Andalan

I Start to Declutter

The last few months there has been a lot of talk about decluttering. Sebenarnya istilah atau konsep decluttering ini bukan hal yang baru lagi di kehidupan kita especially as a moeslim. As moeslim kita kenal dengan istilah qanaah yaitu merasa cukup serta rela menerima apa yang Allah SWT berikan ke kita. Now, let’s talk about decluttering.

Decluttering is defined remove things you do not use so that you have more space and can easily find things when you need them (Oxford Dictionary). Intinya decluttering itu menata kembali atau menyimpan barang-barang yang dibutuhkan dan menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi. Tetapi decluttering di sini tidak hanya sekedar bersih-bersih atau beres-beres biasa, bukan sekedar menyapu dan mengepel terus selasai, bukan juga sekedar merapikan barang-barang agar terlihat rapi. However, we must be good at shorting items we have. We must be able to determine items we’ll store, which items we will throw away and which items we will donate.

I think, konsep ini, decluttering, membantu untuk menguatkan niat dan tekat di hati kita tetap terjaga untuk konsisten berada di jalur hidup secukupnya dengan penuh rasa syukur. It’ll help us reduce the consumptive culture that is wrapped in materialism and hedonism as well. Konsep ini akan mengajarkan kita untuk tidak mubazir, melatih diri buat ikhlas, membiasakan sedekah, disiplin dan juga being grateful for what we have now.  

Nah, how I start decluttering!

Actually, the habit of keeping things that I still use and getting rid of thing that are no longer useful I’ve been doing since high school. Hal yang aku lakukan yaitu mengeluarkan semua barang yang ada dilemari. Setelah semua barang dikeluarkan maka kita akan bisa memutuskan dan memilih mana barang yang masih digunakan mana yang tidak. Lalu aku akan membaginya lagi mana barang yang layak kita donasikan dan mana barang yang akan kita buang. It’s just simple thing. Jika kita bisa melakukannya secara rutin misal 2 atau 3 bulan sekali let’s see the benefits. Akhir-akhir ini aku juga sedang mencoba satu tips for successful decluttering yaitu setiap aku membeli satu barang aku juga harus mengeluarkan satu barang. Contoh nih, hari ini aku membeli sepasang sepatu baru maka aku juga harus mengeluarkan sepasang sepatu.

Everyone has their own way of starting something especially decluttering Take your time, just relax don’t be a burden and enjoy every process. I’m still learning too.

-ash-

Barang sekecil apapun yang kita punya akan di mintai pertanggung jawabannya kelak

Andalan

What Can I Learn from 2020?

Talking about 2020, it is the hardest time for some people, termasuk aku. Banyak hal yang terjadi di luar harapan-harapanku dan tentunya banyak pelajaran yang aku dapatkan selama 2020 ini. I don’t expect too much that I face this kind of situations. This year I learn more about:

  • Sabr

Tahun ini cukup luar biasa buat aku. Banyak tantangan-tantangan yang harus aku hadapi dan selesaikan, Alhamdulillah. Tantangan-tantangan itu yang membuat aku mengenal dan belajar arti sabar yang sesungguhnya. 2020 mengajarkanku untuk selalu menahan diri dari rasa sedih, menahan diri untuk tidak menggerutu, menahan diri untuk tidak terburu-buru dalam doa, dan tentunya di tahun ini mengajarkanku untuk selalu tegar dalam menghadapi setiap masalah yang telah Allah berikan.

QS Al Baqarah 2: 153

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar” Ayat tersebut yang selalu aku katakan setiap hari dengan diriku sendiri. Ayat tersebut membantuku menghadapi tantangan 2020 ini.

  • Bersyukur

Banyak mengeluh, banyak iri dengan kehidupan orang lain, merasa kurang dengan semua nikmat yang sudah di kasih sama Allah bahkan sering menyalahkan Allah SWT atas apa yang terjadi di hidup ini. Dasar aku.

In the end, I was in the point that I was enough exhausted for complaining constantly. I realized that what made me tired physically and mentally was my ungrateful feeling.

Setelah menyadarinya, aku mencoba untuk mengubah cara pandangku Instead of focusing on what I don’t have, it’ll be better for me focus on something what I have now. Aku berusaha untuk menanamkan pada diriku bahwa tugasku sekarang adalah menggunakan apa yang sudah aku miliki dengan baik, dengan bijak, dan dengan optimal tentunya. Dengan begitu aku bisa lebih belajar bersyukur. The key of happiness is being grateful. Bahagia itu ketika kita mampu mensyukuri nikmat yang sudah Allah SWT berikan ke kita. Jangan sampai salah, bukan dengan bahagia kita bersyukur tetapi dengan bersyukur kita bahagia.  

  • What rezqi actually is

Telling about rezqi means telling about money. Itu yang ada dipikiran banyak orang, termasuk aku pada waktu itu. Jika berbicara rezqi kita pasti akan mensangkut-pautkan dengan uang. Padahal rezqi is not only about money. It’s a big mistake if we have idea “rezqi=money”. Apa yang terjadi di 2020 ini mengajarkan apa sih arti rizq yang sebenarnya. I read one of articles that made me goosebumps, di artikel itu dikatakan bahwa Rizqi merupakan segala sesuatu yang telah Allah SWT berikan untuk kita, yang bermanfaat dan menopang kita. Misalnya, udara yang  kita hirup saat ini adalah rezqi yang telah Allah sediakan untuk kita. Begitu juga indera penglihatan yang kita gunakan untuk membaca baris ini dan juga kecerdasan yang kita gunakan untuk memahami tulisan ini. Masih banyak lagi rezqi yang telah Allah tuliskan dan sediakan untuk kita. Namun ternyata kita banyak lupanya.  

In the end I realized that Allah has given me a lot of Rizq. Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk bernafas, melihat orangtua selalu sehat dan harmonis, dikelilingi temen-temen yang luar biasa baik yang mau mendengar keluh kesahku, diberikan kecukupan di semua hal. Intinya kalau kita mengartikan rizq dalam arti yang lebih luas maka kita akan menyadari berapa banyak rizq yang sudah kita punya.

  • Sincerity

Honestly this year is full of disappointment. Di tahun ini dihadapkan dengan  beberapa situasi yang cukup sulit diantaranya sesuatu yang digenggam perlahan hilang, keinginan yang tidak terwujud, dan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Semua itu cukup menghadirkan rasa kecewa yang sangat dalam.

Tetapi aku menyadari tidak mungkin aku terus menerus terjebak dengan rasa kecewa ini. Ternyata selain sabar, yang mampu membuat aku bertahan sampai hari ini adalah ikhlas. Iya, ikhlas menerima keadaan apapun yang membuat aku menyerah. Ketika keinginan tidak terwujud, tertunda bahkan tergantikan dengan sesuatu yang lain, itu semua sudah memiliki jalannya masing-masing. Bisa jadi ini akan menjadi yang terbaik buat kita. Rasa ikhlas yang akan membuat kita bisa menerima keadaan dan siap untuk melanjutkan hidup lagi. “Sejauh apapun mengejar dan berusaha jika bukan ditakdirkan untukmu, tak akan jadi milikmu”

-ash-

What an Early Year

It’s about New Year

Everyone makes a wish. Everyone hopes everything goes well. Everyone has their own plans having a good job, getting well in relationship, traveling in new places, opening new business, , etc, etc and etc but remember this

We’re nothing. We’re just able to make plan. And He decides everything. This New Year is quite different. He retakes everything He has easily.

We’re just an actor here that must follow director’s guidelines. We are here as nothing. What we hold now is only for safekeeping when we don’t have the right to have it then let it go.

To Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And to Allah will (all) matters be returned. (QS. Ali Imron : 109)

-ash-

My Favorite Duas

Hi, how have you been? Are you feeling good recently? I hope you’re doing well and here I’m quite good, Alhamdulillah, even though many things happen beyond my expectations. In fact, it’s been a long time I didn’t share my thought in my box file. Now I’m trying to convey my opinions about 20’s life and share my favorite duas currently which help me facing my life crisis.

In the 20s, it is as if we get the gate of new life.  20s is the ages where we are required to transform into adults in all things. Manson said that life is a series of problems which will continue to roll. That’s fact, as we get older the problems we will face get more and complicated.

The age where we begin to question and determine our life goals. Even when goals have been set, we don’t necessarily go through them easily since each goal requires different efforts to realize it. We must be clever to compromise our life goals and enjoy every process. Not only about life goals but also about career. At this age we will also face chaos in our careers where we haven’t got the career we dream of. Everything we dream of beyond our expectations. In this 20s we will be in a point our life is meaningless and this will trigger anxiety even depression. At these ages, we’ll feel that many things don’t go as our plans and hopes which cause feelings of stress and fatigue, sadness and crying, disappointment and anger at ourselves.

In the 20s life, everything is not easy.

Facing that kind of situations makes me quite depressing. So I need nutrition for helping my mental hehe 🙂 . Ok let me share my favorite duas which help me facing these situations. These duas I usually recite after praying.

First, dua for helping me get better job

“Allaahummaghfir lii dzanbii, wa wassi’ khuluqii, wa thayyib lii kasabii, wa qanni’nii bimaa razaqtanii, wa laa tadzhab qalbii ilaa syaiin sharraftahu ‘annii”

Ya Allah, ampunillah dosaku, perluaslah (muliakanlah) akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikanlah aku puas menerima apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, dan janganlah Engkau buat hatiku mengingat apapun yang telah Engkau palingkan dariku (HR. Ibnu An-Najjar)

Second, dua for helping me to soften my heart, this is one of my favorite dua since I was in college. This dua by Prophet Musa A.S, it’s about expanding our chest, giving an easy way and untie the knot from our tongue.

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii”

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

Then, this dua by Prophet Musa A.S too, this dua is an anti-galau dua by Prophet Musa because at that time his life was threatened, his heart was galau, his physic was exhausted and hadn’t yet found a wife.

“Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir”

Ya Allah, apapun yang telah Engkau anugrahkan kepadaku, aku sungguh sangat membutuhkannya [Al – Qasas: 24]

The last one, this is one of my recent favorite duas (Al Furqan, 74) this dua was always recited by Prophet Ibrahim AS to get a pious child. However, not only hoping to be blessed with pious children but also hoping to get a marriage partner.

“Rabbana hablana min azwajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa.”

Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa

If you have another favorite dua, let me know it. Hoping that my writing will be beneficial for us. CMIIW

-ash-

Accepting Something = Controlling Life

Many things happen in our life bahkan kita tidak punya kendali akan itu. Whether it is a serious illness, atau kehilangan seseorang bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga untuk kita. Tidak hanya itu saja, banyak hal yang terjadi dimana kita harus bertanggung jawab sepenuhnya. Seperti kesalahan di masa lampau yang membuat kita malu dan berharap dapat mengulang waktu dan memperbaikinya but we can’t. Belum lagi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Then the entirety of pressure, pain and resentment can be an overwhelming burden on our shoulders. Yes, that’s life, full of surprises.

Then the question “how to make our life or how to change my life to brighten future?”

The answer is “ACCEPTING”. Yes, accepting every condition that we are in. We must realize and reassure that everything in life happen for a reason. Apapun yang terjadi di dalam hidup kita bahkan beban yag sedang kita pikul ini bukan kebetulan semata. We have to simply look at as an opportunity for a new beginning. Semua hal yang terjadi di dalam diri kita pasti ada hikmah di dalamnya so don’t be worry too much.

Ketika kita mulai untuk menerima kita akan lebih mudah untuk menghadapi dan mengatasi semua masalah di diri kita. Tidak hanya itu saja, ketika kita sudah mulai menerima dan mulai mengangkat beban dalam diri kita, we can decrease stress and think rationally.

Jika sebelumya kita bangun dan memasang fake smile, ketika kita menerima maka kita akan segera memiliki senyum yang tulus di wajah kita. Setelah kita bisa menerima semua yang terjadi kita juga akan lebih mudah menetapkan tujuan dan membantu kita untuk terus maju dan menjadi lebih baik lagi. Nothing can stop you.

Satu lagi yang terpenting ketika kita sudah bisa menerima kita akan lebih merasa bersyukur dengan apa yang sudah kita punya sekarang. Don’t too much focus on something that you don’t have but focus on something that you have now. You’ll be 100% happier.

Apapun kondisi kita sekarang, just remember, ini semua tentang menerima siapa kita, dan bagaimana kita bisa mengubahnya dan menjadikannya sesuatu yang luar biasa.

The more you accept your life, the easier you control your life.

-ash-

Be Kind to Yourself !!

Menjadi orang baik ke orang lain bukan hal yang susah tapi menjadi baik untuk diri sendiri akan menjadi PR buat sebagian orang. Banyak dari kita akan merasa kesulitan untuk mencintai atau menjadi baik untuk diri sendiri, termasuk aku. Because we are our own biggest critics. Karena setiap manusia menginginkan kesempurnaan diri sendiri.

Many people out there feel disappointed in themselves. Banyak banget temen-temenku termasuk aku nih selalu complain about something that unexpected misal nih “I’m disappointed because I didn’t get this grade, I hate my job, or my relationship failed”. Setelah seperti itu kamu akan merasa menyesal bahkan membenci dirimu sendiri karena merasa semua keputusan-keputusan yang sudah kamu ambil merupakan suatu kesalahan. That’s unhealthy thing.

The one that we should do is to be kind on youself. Mulailah berlatih untuk menjadi baik ke diri sendiri. Be kind on ourselves doesn’t mean you just say “Ok, I’ll be kind to myself and I’m not doing anything then I’m just feeling chill and relax.” That’s dullness.

Self-kindness itu mengacu bertindak dengan cara yang baik dan memahami diri sendiri, alih-alih menjadi kritis misal nih “Wah aku sangat kacau, aku selalu gagal dalam berbagai hal.” Seharusnya suara hati kita mendukung dan hangat “It’s OK that I’ve missed the deadline. I worked hard and I’ll make it next time.” Yang paling penting adalah accepting. Menerima bahwa kita tidak sendirian dalam penderitaan. Lalu tidak seharusnya kita melebih-lebihkan kesusahan kita dan membaperinya.

Jadi intinya mulailah untuk berbuat kebaikan ke diri sendiri dulu karena kindness is such a powerful force. Pernah dong kalian menerima suatu kebaikan dari orang lain dan itu akan memuat kalian merasa tenang. You will feel happier because you have just received the act of kindness. Ketika kalian bisa berbuat baik ke diri kalian I’m sure you will feel the big impact.

Don’t be so hard on yourself, just try the best you can and be positive!

“Tari”

source: google.com

Hi, hi April.

Masih betah work from homenya? Masih betah physical distancingnya? Gimana masih betah juga berjarak sama doi? Masih betah gak rebahannya di rumah?
Kalau aku sih udah bosen sebenarnya tapi karena untuk kebaikan semesta, aku bertahan. Semenjak Covid-19 beberapa minggu terakhir ini aku gak full untuk masuk kerja untuk mensukseskan physical distancing tempat kerjaku masuknya dijadwal. The problem came up, there’s nothing to do in home. Finally ended by watching iflix all the whole day. Aku nonton mulai dari Dua Garis Biru, Raksasa dari Jogja, Wedding Agreement, Keluarga Cemara, ILY 38.000 feet, Remember When, London Love Story dan masih banyak, gak mungkin aku tulis satu-satu. Dari semua film itu I’m most interested in Wedding Agreement. Banyak banget hal-hal yang kita ambil dari film tersebut. So I wanna write it below.

Wedding Agreement?

Singkatnya, film ini menceritakan seorang laki-laki bernama Bian yang menikah dengan Tari karena permintaan orang tua Bian. Ya, mereka dijodohkan. Pada waktu itu Bian ternyata sudah bertunangan dengan pacarnya yang bernama Sarah dan berjanji menikahinya. Malam hari setelah Bian dan Tari menikah, Bian memberikan selembar kertas berisi surat persetujuan pranikah. Suratnya berisi bahwa Bian tidak mau berhubungan dalam bentuk apapun dengan Tari dan juga disebutkan bahwa mereka harus bercerai setelah setahun menikah. Tetapi disini Tari dengan ikhlas menerima pernikahannya dan berusaha menjadi istri yang berbakti dan mencintai Bian. Hasil dari kesabaran Tari membuahkan hasil, lambat laun Bian jatuh hati sama Tari. Bian tidak memungkiri bahwa Tari merupakan perempuan yang baik dan tetap berusaha berbakti sama Bian meskipun Bian telah menyakitnya berkali-kali.

What things can be taken from this movie?

Di sini aku mau sedikit menyimpulkan atau hal apa saja yang bisa aku dapatkan setelah nonton film ini.

Hidup itu tentang perjuangan

Ini bisa dilihat bagaimana Tari tidak mudah menyerah dan berusaha untuk tetap berbakti dan menyayangi Bian meskipun Bian selalu mengacuhkan Tari. Tari berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya karena Tari sadar betapa berharganya sebuah pernikahan.
Begitu juga dengan hidup, untuk meraih apa yang kita inginkan, untuk mencapai mimpi-mimpi kita semua butuh perjuangan dan tekat yang kuat. Tidak semua hal berjalan mulus seperti yang kita pikirkan. Pasti akan ada kerikil-kerikil bahkan batu besar akan menghampiri. Namun, itu semua yang akan membentuk kita menjadi seseorang yang hebat, hebat banget

Jangan mudah memberi janji kepada seseorang

Di film ini permasalahan muncul karena kesalahan Bian berjanji sama Sarah untuk menikahinya padahal pada saat itu Sarah sudah berusaha untuk mengikhlaskan Bian. Bian berjanji akan menikahi Sarah setelah menceraikan Tari setelah 1 tahun pernikahan Bian dan Tari. Konflik semakin rumit ketika Bian sudah mulai menyayangi Tari dan tidak ingin berpisah dengan Tari sedangkan disisi lain Bian terlanjur berjanji untuk menikahi Sarah.
Nah, berhati-hatilah dengan janji yang terucap, karena itu bisa menyakiti orang lain. Intinya kalau susah untuk menepati janji jangan mengucapkan janji. Ingat jangan sembarangan mengucap janji pada seseorang sebab janji yang kamu ucapkan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Kamu tidak akan merasakan betapa sakit hatinya sesorang yang sudah kamu beri janji. Aku juga mau ngutip kata-kata dari Tere Liye “Berhati-hatilah ketika berjanji, karena itu bisa menjadi ukuran keluhuran budimu. Jangan mudah buat janji jika kita sulit tepati”

Do simple things for the people closest to you

Adegan ketika bagaimana Tari menakhlukkan hati Bian dengan memaksa Bian untuk menemani berbelanja dan menunjukkan kemampuan memasaknya. Ada juga adegan dimana Bian dan Tari menonton film bareng cukup di rumah aja.
Dari adengan itu bisa dilihat bahwa untuk menyenangkan atau untuk berquality time dengan seseorang yang kita sayangi tidak harus mahal, cukup dengan di rumah saja.
Kita pun juga bisa begitu, untuk membuat hati orang-orang terdekat kita bahagia cukup lakukan hal-hal yang sederhana. Misalnya ajaklah orang tua kita makan bareng, ngobrol bareng, nonton tv bareng. Atau if you have a cruch you can send him/ her a text that you are fine. Intinya lakukan sesuatu yang sederhana bersama dan tidak membuat khawatir orang yang kita sayangi.

Perempuan harus mandiri

Di film ini menggambarkan sosok Tari yang menjadi wanita mandiri. Kehidupan masa kecilnya yang hanya tinggal dengan Paman dan Bibinya membuat Tari berusaha untuk mandiri. Dia kerja keras untuk usahanya di bidang kuliner dan berkat kerja kerasnya dia menjadi pengusaha yang sukses namun dia sama sekali tidak melupakan kewajibanya sebagai seorang istri.
Dan aku setuju dengan hal itu, menjadi seorang perempuan memang harus mandiri. Bukan berarti seorang perempuan tidak membutuhkan bantuan orang lain, karena setiap perempuan juga mempunyai mimpi dan mempunyai kesempatan untuk berkarya. Dengan kemandirian itu lah seorang perempuan bisa menjadi sosok yang lebih baik dan dewasa dan semua mimpi-mimpi bisa terwujud salah satunya berkat kemandirian itu sendiri. Ketika seorang perempuan itu mandiri akan lebih mudah untuk diajak bekerja sama. Kalau kata Jose Aditya “Wanita mandiri itu sexy”.

Those are some things I can take from Wedding Agreement Movie. For those of you haven’t watched it, it might be a reference for you. Maybe you will have different opinions one more, there’s one of Tari’s dialogues that I like and remember the most. I write it down below:

Kalau nanti suatu saat kita berpisah, aku tinggal angkat tangan dan berdoa. Allah pasti akan mempertemukan kita kembali. Karena Allah malu menolak doa hambanya yang tulus dan mengangkat tangannya seperti ini. -Tari –

Proud to be Myself

Mark Manson said “The problems never stop; they only come and go and/ or increase. That’s exactly what I think but I prefer the word “challenge” to “problem”. It’s undeniable that life is just a series of challenges that are alternating and must be faced.

That’s me for almost last 2 years. There are always many challenges which I have to face every day. When a challenge has been resolved well it will be another challenge emerge and so on. Tired? Absolutely!

At first it’s too difficult to accept it and crying would be the only outlet. As time went by I realized that challenges made me more care for others, more patient and certainly happier. The challenges shaped me to become more mature.

Here I just wanna say that everyone has their own challenges. Don’t think that when they look happy, they are truly happy. You need to know that to be happy we need a challenge, a challenge which must be conquered. Happiness is something which must be fight for not something which is secretly given to us. Happiness is a process as well as conquering a challenge is a process too.

The conclusion is that basically life is a new challenge to keep us active and feel better. The more persistent and competent, the more we enjoy the challenges. If the challenges are of the right size, we continue to conquer the challenge. Instead of avoiding challenges, let’s jump into them. Beat them! Enjoy the game! If the challenges are too big or too much, don’t give up!

How big and how many challenges which I have to face, I just wanna say “Proud to be Myself”

Allah SWTT does not promise a day without pain, laughter without sadness, sun without rain, but Allah SWT promises strength for that day, comfort for tears, and light for the path.

ash-

Voice of Heart

This pict was taken at 02/04/19

I can just be quite,
I can just hold back from morning until the sun doesn’t shine anymore,
I don’t know how long I remember you,
I don’t know how long I have to hold my longings to call your name,

Tonight,
The days are cold, quite, a little windy
I pull the blanket and close my eyes
That is futile
My brain still works
remembering past memories
sitting in front of the porch until the moonlight gets brighter,
having a good meal just two of us,
chatting with you every single day,
talking in a phone until fall asleep,

I realized,
You are not here with me
I lost your heart, it hurts me a lot
You had ever come again in moment
Then you were gone in a blink

Hey You….
I miss your smile. I miss your voice
I miss when you call me first,
if there’s something happen
Loving someone like you can never be wrong.

-ash-

Simple Ways to Relieve Stress

In the last few months, there have been many activities that I have to do. These activities cause not only physical exhaustion but also mind exhaustion. As usual I always encounter with challenges and problems that must be faced such as completing works that is piled up, facing people with different characters, targets that have not been achieved and many more. Normally people work 7-8 hours per day but I can do more than that lately. Even when I arrived at home I was haunted by work still. To be honest, I want to ignore it but I can’t since I realize it is part of the responsibility that must be carried out.

In the past a month I felt that I was really stressed and depressed due to the many things I thought about. It may be because of my inability to face the burden and the pressure of life. Alhamdulillah, I’m still within normal limits. I begin to think how I can relieve this stress and depress feeling. I start looking for ways to relieve this but I don’t have much free time. Commonly people will suggest a vacation, a powerful way to relieve stress and depress feeling. Unfortunately I don’t have enough time to travel. Then, I thought, for a moment, how to relieve stress and depress feeling with limited free time. Below I’ll share my experience about simple ways to relieve stress and depress feeling.

3 Simple Ways to Relieve Stress:

  1. Tasbih Fatimiyyah

Tasbih Fatimiyyah is mostly the Zikir where we say

Subhan’Allah 33x

Alhamdulillah 33x, and

Allahu’akhbar 34x

Commonly we only recite Zikir after prayer but if you are incredibly exhausted and depressed you must do zikir a couple times such as before sleeping, while driving, even when you are working you can zikir in your heart. It works really well, you’ll feel comfort and calm. There is a beautiful story behind tasbih fatimiyyah too. A daughter of Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah RA was a hard-working woman. She carried so much water with water bag that the water bag strap sticks to her body, she worked a lot to grind wheat with a hand so that her hand blistered, she swept and cleaned the house so that her clothes were dirty, and she cooked in front of the pot so that her clothes were black. The story went on, Rasulullah SAW came to their house, Sayyidah Fatimah RA and Sayyidina Ali RA. Rasulullah said “Do you not want if I teach you something better than a maid? When you’ll sleep, say Allahu Akbar 34 times, Alhamdulillah 33 times and Subhanallah 33 times.” If you want to read a complete story you can browse on Google or you can watch Aida Azlin last video on Youtube. She talks about Tasbih Fatimiyyah.

  1. Clean and Rearrange Your Bedroom

Regularly, we’ll spend on third of our life in the bedroom. Thus we must change our bedroom into a comfortable and pleasant place to take a rest. In spite of the limitation of sleep, the bedroom is able to be as much as possible to relieve our stress. Remember, we don’t need to waste your money to relieve stress.

We are just doing simple things, cleaning and rearrange our bedroom. Because we don’t have so much free time and work piles up, surely our room fall apart, books are scattered on the bed and clothes scattered on the bed too. A messy room will make us more stressful. Contrarily, a clean and tidy room can be a suitable place to relieve our fatigue and stress. We should clean and rearrange the bedroom regularly. When our bedroom is clean and comfortable we will be someone who is more productive. We can also put flowers and freshman with aroma therapy in our bedroom.

  1. Hangout with Your Close Friend

After graduating, we may only have a little time to hangout with our close friends. We’ll be busy with looking for a work or preoccupied with many works that pile up. However, if we have a little free time try to contact them and invite them to meet. When we meet friends who have not met for a long time, we can tell our stories and also to build togetherness and establish friendship in a real way rather than just “talking” through cellphones screen.

Don’t assume that gathering and talking with friends is a useless thing. We have to know that by talking casually, it means that the familiarity is being built. Hanging out with friends is the same as maintaining good friendship (silaturahmi). I once read an article which mentioned that silaturahmi is a good for mental health. Someone who often interacts with other will be healthier. Allah SWT created human being as social beings so that in our life must have help others. Therefore, silaturahmi is stress medicine that very effective if it is based on sincere intentions and hopes for mercy from Allah SWT.

-ash-

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai