“Tari”

source: google.com

Hi, hi April.

Masih betah work from homenya? Masih betah physical distancingnya? Gimana masih betah juga berjarak sama doi? Masih betah gak rebahannya di rumah?
Kalau aku sih udah bosen sebenarnya tapi karena untuk kebaikan semesta, aku bertahan. Semenjak Covid-19 beberapa minggu terakhir ini aku gak full untuk masuk kerja untuk mensukseskan physical distancing tempat kerjaku masuknya dijadwal. The problem came up, there’s nothing to do in home. Finally ended by watching iflix all the whole day. Aku nonton mulai dari Dua Garis Biru, Raksasa dari Jogja, Wedding Agreement, Keluarga Cemara, ILY 38.000 feet, Remember When, London Love Story dan masih banyak, gak mungkin aku tulis satu-satu. Dari semua film itu I’m most interested in Wedding Agreement. Banyak banget hal-hal yang kita ambil dari film tersebut. So I wanna write it below.

Wedding Agreement?

Singkatnya, film ini menceritakan seorang laki-laki bernama Bian yang menikah dengan Tari karena permintaan orang tua Bian. Ya, mereka dijodohkan. Pada waktu itu Bian ternyata sudah bertunangan dengan pacarnya yang bernama Sarah dan berjanji menikahinya. Malam hari setelah Bian dan Tari menikah, Bian memberikan selembar kertas berisi surat persetujuan pranikah. Suratnya berisi bahwa Bian tidak mau berhubungan dalam bentuk apapun dengan Tari dan juga disebutkan bahwa mereka harus bercerai setelah setahun menikah. Tetapi disini Tari dengan ikhlas menerima pernikahannya dan berusaha menjadi istri yang berbakti dan mencintai Bian. Hasil dari kesabaran Tari membuahkan hasil, lambat laun Bian jatuh hati sama Tari. Bian tidak memungkiri bahwa Tari merupakan perempuan yang baik dan tetap berusaha berbakti sama Bian meskipun Bian telah menyakitnya berkali-kali.

What things can be taken from this movie?

Di sini aku mau sedikit menyimpulkan atau hal apa saja yang bisa aku dapatkan setelah nonton film ini.

Hidup itu tentang perjuangan

Ini bisa dilihat bagaimana Tari tidak mudah menyerah dan berusaha untuk tetap berbakti dan menyayangi Bian meskipun Bian selalu mengacuhkan Tari. Tari berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya karena Tari sadar betapa berharganya sebuah pernikahan.
Begitu juga dengan hidup, untuk meraih apa yang kita inginkan, untuk mencapai mimpi-mimpi kita semua butuh perjuangan dan tekat yang kuat. Tidak semua hal berjalan mulus seperti yang kita pikirkan. Pasti akan ada kerikil-kerikil bahkan batu besar akan menghampiri. Namun, itu semua yang akan membentuk kita menjadi seseorang yang hebat, hebat banget

Jangan mudah memberi janji kepada seseorang

Di film ini permasalahan muncul karena kesalahan Bian berjanji sama Sarah untuk menikahinya padahal pada saat itu Sarah sudah berusaha untuk mengikhlaskan Bian. Bian berjanji akan menikahi Sarah setelah menceraikan Tari setelah 1 tahun pernikahan Bian dan Tari. Konflik semakin rumit ketika Bian sudah mulai menyayangi Tari dan tidak ingin berpisah dengan Tari sedangkan disisi lain Bian terlanjur berjanji untuk menikahi Sarah.
Nah, berhati-hatilah dengan janji yang terucap, karena itu bisa menyakiti orang lain. Intinya kalau susah untuk menepati janji jangan mengucapkan janji. Ingat jangan sembarangan mengucap janji pada seseorang sebab janji yang kamu ucapkan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Kamu tidak akan merasakan betapa sakit hatinya sesorang yang sudah kamu beri janji. Aku juga mau ngutip kata-kata dari Tere Liye “Berhati-hatilah ketika berjanji, karena itu bisa menjadi ukuran keluhuran budimu. Jangan mudah buat janji jika kita sulit tepati”

Do simple things for the people closest to you

Adegan ketika bagaimana Tari menakhlukkan hati Bian dengan memaksa Bian untuk menemani berbelanja dan menunjukkan kemampuan memasaknya. Ada juga adegan dimana Bian dan Tari menonton film bareng cukup di rumah aja.
Dari adengan itu bisa dilihat bahwa untuk menyenangkan atau untuk berquality time dengan seseorang yang kita sayangi tidak harus mahal, cukup dengan di rumah saja.
Kita pun juga bisa begitu, untuk membuat hati orang-orang terdekat kita bahagia cukup lakukan hal-hal yang sederhana. Misalnya ajaklah orang tua kita makan bareng, ngobrol bareng, nonton tv bareng. Atau if you have a cruch you can send him/ her a text that you are fine. Intinya lakukan sesuatu yang sederhana bersama dan tidak membuat khawatir orang yang kita sayangi.

Perempuan harus mandiri

Di film ini menggambarkan sosok Tari yang menjadi wanita mandiri. Kehidupan masa kecilnya yang hanya tinggal dengan Paman dan Bibinya membuat Tari berusaha untuk mandiri. Dia kerja keras untuk usahanya di bidang kuliner dan berkat kerja kerasnya dia menjadi pengusaha yang sukses namun dia sama sekali tidak melupakan kewajibanya sebagai seorang istri.
Dan aku setuju dengan hal itu, menjadi seorang perempuan memang harus mandiri. Bukan berarti seorang perempuan tidak membutuhkan bantuan orang lain, karena setiap perempuan juga mempunyai mimpi dan mempunyai kesempatan untuk berkarya. Dengan kemandirian itu lah seorang perempuan bisa menjadi sosok yang lebih baik dan dewasa dan semua mimpi-mimpi bisa terwujud salah satunya berkat kemandirian itu sendiri. Ketika seorang perempuan itu mandiri akan lebih mudah untuk diajak bekerja sama. Kalau kata Jose Aditya “Wanita mandiri itu sexy”.

Those are some things I can take from Wedding Agreement Movie. For those of you haven’t watched it, it might be a reference for you. Maybe you will have different opinions one more, there’s one of Tari’s dialogues that I like and remember the most. I write it down below:

Kalau nanti suatu saat kita berpisah, aku tinggal angkat tangan dan berdoa. Allah pasti akan mempertemukan kita kembali. Karena Allah malu menolak doa hambanya yang tulus dan mengangkat tangannya seperti ini. -Tari –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: